Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan. Tekanan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi pengendalian, jarak pengereman, kenyamanan, dan keausan. Pemeriksaan sederhana secara berkala membantu pengemudi menemukan masalah sebelum perjalanan jauh. Gunakan rekomendasi pabrikan kendaraan sebagai acuan, karena kebutuhan tekanan berbeda menurut model, ukuran ban, dan beban.
Di mana menemukan angka yang benar?
Periksa label tekanan ban yang biasanya berada di pilar pintu pengemudi, tutup tangki pada sebagian kendaraan, atau buku manual. Jangan menjadikan angka maksimum pada dinding ban sebagai target tekanan harian; angka tersebut bukan rekomendasi khusus kendaraan. Bila membawa beban penuh atau akan menempuh perjalanan dengan kondisi tertentu, ikuti petunjuk pabrikan untuk situasi tersebut.
Periksa ketika ban dingin
Ukur tekanan sebelum mobil menempuh perjalanan jauh, atau setelah kendaraan berhenti cukup lama sehingga ban kembali dingin. Gesekan selama berkendara membuat suhu dan tekanan naik, sehingga pengukuran sesaat setelah perjalanan tidak dapat dibandingkan langsung dengan rekomendasi ban dingin. Gunakan alat ukur yang layak dan pastikan ujung alat terpasang rapat pada pentil.
Langkah pemeriksaan yang praktis
Pertama, parkir di permukaan aman dan aktifkan rem parkir. Kedua, lepaskan tutup pentil dan ukur setiap ban, termasuk ban cadangan bila kendaraan memilikinya. Ketiga, tambahkan atau kurangi udara sesuai angka yang direkomendasikan. Keempat, ukur ulang untuk memastikan hasilnya tepat, lalu pasang kembali tutup pentil. Periksa keempat roda; jangan mengasumsikan semuanya memiliki tekanan sama jika label menyebut angka depan dan belakang berbeda.
Kenali tanda tekanan tidak sesuai
Ban kurang angin bisa tampak lebih kempis, terasa berat saat kendaraan berjalan, atau mengalami keausan lebih besar pada bagian bahu. Tekanan berlebih dapat membuat bagian tengah telapak lebih cepat aus dan mengurangi kenyamanan. Namun, kondisi ban tidak selalu dapat dinilai dari penampilan saja. Ban yang kehilangan tekanan berulang perlu diperiksa untuk mencari paku, kebocoran pentil, atau kerusakan pelek.
Jangan lupakan kondisi fisik ban
Selain tekanan, periksa retak, benjolan, sobekan, benda asing, dan kedalaman alur. Benjolan pada dinding ban dapat menandakan kerusakan struktur dan perlu ditangani segera oleh profesional. Hindari perjalanan jauh dengan ban yang rusak. Perhatikan pula usia ban dan pola keausan; spooring, balancing, atau pemeriksaan suspensi mungkin diperlukan jika aus tidak merata atau setir bergetar.
Bagaimana dengan nitrogen?
Yang terpenting adalah menjaga tekanan sesuai rekomendasi, apa pun jenis gas yang digunakan. Nitrogen tidak menghilangkan kebutuhan untuk memeriksa tekanan secara berkala. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena ban baru diisi atau menggunakan nitrogen.
Kesimpulan
Jadikan pemeriksaan tekanan ban sebagai kebiasaan, misalnya setiap beberapa minggu dan sebelum perjalanan jauh. Gunakan angka pada label kendaraan, ukur saat ban dingin, dan cek kondisi fisik ban sekaligus. Jika tekanan turun berulang atau ditemukan kerusakan, mintalah pemeriksaan bengkel sebelum melanjutkan perjalanan.
Foto ilustrasi: Kato Blackmore/Unsplash.




